Tantangan Guru Kelas Dalam Melaksanakan Bimbingan dan Konseling Di Sekolah Dasar
Abstrak
Guru memainkan peran penting tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai konsultan, mediator, dan motivator. Keterampilan sebagai guru secara langsung mempengaruhi efektivitas bimbingan dan konseling yang penting untuk mengatasi masalah pribadi, sosial dan akademik siswa. Implementasi bimbingan dan konseling di sekolah dasar menghadapi berbagai tantangan penting yang menghambat keefektifannya. Memahami adanya tantangan guru dalam mengimplementasikan bimbingan dan konseling di sekolah dasar diharapkan mampu diantisipasi dan mempersiapkan solusi dengat tepat. Tujuan penelitian yakni mendeskripsikan tantangan guru kelas dalam melaksanakan bimbingan dan konseling di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan analisis beberapa artikel terkait topik. Subyek penelitian melibatkan guru sekolah dasar di KKG kec. Purbolinggo kab. Lampung timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan guru kelas dalam melaksanakan bimbingan dan konseling di sekolah dasar muncul dari berbagai faktor, seperti ambiguitas peran, kurangnya sumber daya, pengawasan yang tidak memadai, dan dukungan yang tidak memadai dari manajemen sekolah. Disisi lain menyebutkan terdapat berbagai faktor, termasuk sumber daya yang tidak memadai, pelatihan yang tidak memadai, dan kurangnya kerja sama di antara para pendidik. Mengatasi masalah ini sangat penting untuk meningkatkan efektivitas layanan BK dalam mempromosikan pengembangan siswa. Sehingga guru dapat melakukan perannya dengan baik. Rekomendasi dari penelitian ini yakni perlua adanya pelatihan berkelanjutan bimbingan dan konseling bagi guru kelas di sekolah dasar dan peningkatan upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang perannya.