Paedagogie

Artikel

Integrasi Aplikasi Spiritual "Self-Reminder": Mendukung Kesehatan Mental Remaja Muslim di Era Globalisasi

Angelica Silfana , Riza Riza

Abstrak

Kondisi kesehatan mental remaja merupakan hal yang penting dalam perkembangan psikososial. Di era globalisasi perolehan informasi memlalui media sosial cepat dan fleksibel meberikan banyak tantangan serta tanggung jawab yang   didapat oleh pemuda sehingga energi mereka terforsir untuk mengerjakan segala hal dalam waktu yang cepat. Akibatnya banyak pemuda indonesai yang mengalami gangguan kesehatan yaitu gangguan tidur, kecemasan, bipolar, dan depresi. Maka dalam penelitian ini kami berusaha merancang satu disen aplikasi “Self-Reminder” yang berfungsi untuk memudahkan para pemuda muslim untuk menjaga kesehatan mental mereka dengan belajar nilai-nilai spiritual untuk menjaga keimanan mereka pada saat kerja. Tujuan penelitian ini adalah memberikan rancangan aplikasi yang meintegrasi nilai-nilai spiritual kesehatan mental remaja. Subtansi yang diambil adalah tata cara mensucikan jiwa dari pengaruh duniawi melalui nilai-nilai islam yaitu tazkiatun nafs dan ibadah. Sehingga, dengan mengatur emosi dan jiwa mereka dapat beraktivitas dengan baik dalam bekerja. Metode yang digunakan dalam penyusunan ini yaitu prototype studi literature yang merupakan solusi permasalan yang dimaksut dengan menganalisis sumber-sumber litratur sebelumnya. Rancangan disain aplikasi ini dikembangkan melalui media smartphone yang dapat digunakan setiap waktu sebagai pengingat. Kelebihan dari aplikasi selain fleksibel, pembahasan tentang kesehatan mental jelas dan menarik. Meskipun berbentuk bacaan dan video ceramah namun poin dari pembahasan mudah dipahami dan di resapi, Selain itu banyak terdapat kata motivasi yangdapat mengingatkan pemuda untuk selalu istiqomah dalam menjaga kesucian jiwa dan rohani mereka dalam menghadapi era globalisasi saat ini, Oleh karena itu penilitian ini berusaha merancang dan mengembangkan smartphone sebagai media yang tidak hanya sebagai media komunikasi namun juga sebagai alat bantu memahami kesehatan mental pemuda dengan nilai spiritual.

Keywords

Nilai Spiritual; Aplikasai Self-Reminder; Kesehatan Mental; Pemuda Muslim; Era Globalisasi.

Referensi

  1. Alalaudin & Ramayulis. (1998). Pengantar Ilmu Jiwa Agama. Kalam Mulia.
  2. Amrullah. (2022). EKSISTENSI PENDIDIKAN ISLAM DI ERA PERKEMBANGAN (2022): 234–247. (Vols. 1–9).
  3. Azizah, A. A. M. (2021). INTEGRASI NILAI-NILAI KEISLAMAN DALAM PEMBELAJARAN IPS PADA KURIKULUM 2013. Elementeris: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Islam, 3(1), 26–28. https://doi.org/10.33474/elementeris.v3i1.10496
  4. Comprehensive Mental Health Action Plan 2013-2030. (n.d.). Retrieved May 21, 2024, from https://www.who.int/publications-detail-redirect/9789240031029
  5. Dampak COVID-19 terhadap rendahnya kesehatan mental anak-anak dan pemuda hanyalah ‘puncak gunung es’—UNICEF. (n.d.). Retrieved May 21, 2024, from https://www.unicef.org/indonesia/id/siaran-pers/dampak-covid-19-terhadap-rendahnya-kesehatan-mental-anak-anak-dan-pemuda-hanyalah
  6. Diananda, A. (2019). PSIKOLOGI REMAJA DAN PERMASALAHANNYA. ISTIGHNA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 1(1), Article 1. https://doi.org/10.33853/istighna.v1i1.20
  7. Doe, M., & Walch, M. (2001). 10 Principles For Spiritual Parenting. harpercollins.
  8. Fitri, A., Neherta, M., & Sasmita, H. (2019). FAKTOR – FAKTOR YANG MEMENGARUHI MASALAH MENTAL EMOSIONAL REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) SWASTA SE KOTA PADANG PANJANG TAHUN 2018. Jurnal Keperawatan Abdurrab, 2(2), 68–72. https://doi.org/10.36341/jka.v2i2.626
  9. Haryanti, D., Pamela, E. M., & Susanti, Y. (2019). PERKEMBANGAN MENTAL EMOSIONAL REMAJA DI PANTI ASUHAN. Jurnal Keperawatan Jiwa, 4(2), Article 2. https://doi.org/10.26714/jkj.4.2.2016.97-104
  10. Hijriah, H. Y. (2016). Spiritualitas Islam dalam Kewirausahaan. TSAQAFAH, 12(1), 191. https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v12i1.374
  11. Jhonatan Pirdaus, Annisa Jamaica, Pangesti Dian Pratiwi, Eka Sari, Esa Kurniati, Ana Saranita, Fathinatun Nahdah, & Fathinatun Nahdah. (2023). Aspek Psikologis Dalam Diri Remaja Berkenaan Penyakit Mental di Generasi Milenial Sekarang Yang Mempengaruhi Kesehatan Mentalnya. Proceeding Conference On Da’wah and Communication Studies, 2(1), 78. https://doi.org/10.61994/cdcs.v2i1.100
  12. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2005). Departemen Pendidikan Nasional, Balai Pustaka Jakarta.
  13. Kamus Besar Bahasa Indonesia (2nd ed.). (1995). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,.
  14. Mawaddah, N., & Prastya, A. (2023). Upaya Peningkatan Kesehatan Mental Remaja Melalui Stimulasi Perkembangan Psikososial Pada Remaja. DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), Article 2. https://doi.org/10.58545/djpm.v2i2.180
  15. Mujib, A., & Mudzakir, Y. (2002). Nuansa-Nuansa Psikologi Islam. Raja Grafindo Persada.
  16. Muzayin & Arifin. (1998). Kapita Selekta Pendidikan. Bumi Aksara.
  17. Ningsih, Y., & Rahmawati. (2022). Dampak Doa Bagi Kesehatan Mental Pada Pemuda Muslim. Proceeding Conference on Da’wah and Communication Studies, 1(1), Article 1. https://doi.org/10.61994/cdcs.v1i1.18
  18. Nugrahani, R. (2019). Pengembangan Media Buku Pop-Up untuk Pembelajaran Mengenal Huruf Alphabet Anak Usia Dini. https://www.academia.edu/73009334/Pengembangan_Media_Buku_Pop_Up_untuk_Pembelajaran_Mengenal_Huruf_Alphabet_Anak_Usia_Dini
  19. Panuju, P., & Umami, I. (1999). Psikologi Remaja. Tiara Wacana Yogya.
  20. Prasetyo, A. E. (2021). EDUKASI MENTAL HEALTH AWARENESS SEBAGAI UPAYA UNTUK MERAWAT KESEHATAN MENTAL REMAJA DIMASA PANDEMI. Journal of Empowerment, 2(2), 261. https://doi.org/10.35194/je.v2i2.1757
  21. Qhosiah, H., Kusumawardani, F., Fadiyah, A., Yuliani, Y., & B, D. S. (2024). PERAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @RAHASIAGADIS PADA PENGENDALIAN KESEHATAN MENTAL GENERASI Z DI KOTA TANGERANG. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, Dan Humaniora, 2(1), Article 1. https://doi.org/10.572349/kultura.v2i1.650
  22. Rahmawaty, F., Silalahi, R. P., T, B., & Mansyah, B. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Mental pada Remaja: Factors Affecting Mental Health in Adolesents. Jurnal Surya Medika, 8(3), 276–281. https://doi.org/10.33084/jsm.v8i3.4522
  23. Salsabila, U. H., Ariyanto, A., Wijaya, A. ’Alim, Aziz, H. F., & Ma’arif, A. M. S. (2022). Implikasi Teknologi Terhadap Pendidikan Islam di Era Globalisasi. Wardah, 23(2), 310. https://doi.org/10.19109/wardah.v23i2.15093
  24. Saputro, K. (2018). Memahami Ciri dan Tugas Perkembangan Masa Remaja. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 17, 25. https://doi.org/10.14421/aplikasia.v17i1.1362
  25. Sheridan, M. J., & Hemert, K. A.-V. (2013). THE ROLE OF RELIGION AND SPIRITUALITY IN SOCIAL WORK EDUCATION AND PRACTICE: A SURVEY OF STUDENT VIEWS AND EXPERIENCES. Council on Social Work Education, 35(1), 133. http://www.jstor.org/stable/23043449
  26. Stuart, G. W. (2021). Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart, edisi Indonesia 11: Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart, edisi Indonesia 11. Elsevier Health Sciences.
  27. Susanti, C. P., Purwati, D., & Maulaya, R. D. (2023). PERANCANGAN MEDIA SMART BOOK: UPAYA MENGATASI KESULITAN ANAK TUNANETRA MEMBACA AKSARA ARAB. Jurnal Muara Pendidikan, 8(1), 131–140.
  28. Suswati, W. S. E., Budiman, M. E. A., & Yuhbaba, Z. N. (2023). Kesehatan Mental pada Remaja di Lingkungan Sekolah Menengah Atas Wilayah Urban dan Rural Kabupaten Jember. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(3), Article 3. https://doi.org/10.26714/jkj.11.3.2023.537-544
  29. Sutarjo Adisusilo, J. R. (2012). Pembelajaran Nilai-nilai Kontstruktivisme dan VCT Sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif. Rajalawi Pers.
  30. Tafsir, A. (2004). Cakrawala Pemikiran Pendidikan Islam. Mimbar Pustaka.
  31. Taufiq, B. (2017). Identifikasi Nilai-nilai Pendidikan Islam Dalam Pemberdayaan Masyarakat Pada PNPM Mandiri. JURNAL PENELITIAN, 11(1), 69. https://doi.org/10.21043/jupe.v11i1.2171
  32. Townsend, M. C., & Morgan, K. I. (2017). Psychiatric Mental Health Nursing: Concepts of Care in Evidence-Based Practice. F.A. Davis.
  33. Wahyuni, E. N., & Bariyyah, K. (2019). Apakah spiritualitas berkontribusi terhadap kesehatan mental mahasiswa? Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(1), Article 1. https://doi.org/10.29210/120192334
  34. Widiarni, A. W., Sarah, S., Astri, R. A. A., & Mustakim, M. (2022). Diagnosis Penyakit Mental Pada Remaja Menggunakan Metode Simple Multi Attribute Rating Technique Exploiting Rank (SMARTER): Diagnosis of Mental Illness in Adolescents Using the Simple Multi Attribute Rating Technique Exploiting Rank (SMARTER) Method. Indonesian Journal of Informatic Research and Software Engineering (IJIRSE), 2(2), 100–108. https://doi.org/10.57152/ijirse.v2i2.444
  35. Yuhana, E. S., & Sugiyanto, E. P. (2023). PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KESEHATAN MENTAL REMAJA. 11(2), 478.
  36. Yuhani`ah, R. (2021). Psikologi Agama Dalam Pembentukan Jiwa Agama Remaja. Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 20–21. https://doi.org/10.58561/jkpi.v1i1.5
  37. Yuliana, Y. (2022). Pentingnya Kewaspadaan Berinternet untuk Kesehatan Mental Anak dan Remaja. Jurnal Ilmu Medis Indonesia, 2(1), Article 1. https://doi.org/10.35912/jimi.v2i1.1218
  38. Yulieta, F. T., Syafira, H. N. A., Alkautsar, M. H., Maharani, S., & Audrey, V. (2021). Pengaruh Cyberbullying di Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental. De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 1(8), Article 8. https://doi.org/10.56393/decive.v1i8.298
  39. Zulkarnain, Z., & Fatimah, S. (2019). Kesehatan Mental dan Kebahagiaan: Tinjauan Psikologi Islam. Mawaizh : Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 10(1), Article 1. https://doi.org/10.32923/maw.v10i1.715