Paedagogie

Artikel

Fenomenologi Kepercayaan Sosial (Social Trust) dan Kerentanan Disinformasi pada Mahasiswa PPKn

Mario Fahmi Syahrial , Fera Dwidarti , Tri Mei Apta Arjanti

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap proses konstruksi dan pemaknaan kepercayaan sosial (social trust) pada mahasiswa PPKn Universitas PGRI Ronggolawe, serta menganalisis bagaimana dimensi kepercayaan sosial membentuk pola respons dan evaluasi mahasiswa terhadap informasi yang diterima di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis yang berlandaskan filsafat post-positivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap lima mahasiswa semester 3 yang dipilih secara purposif dan satu dosen sebagai informan pendukung. Data dianalisis menggunakan enam langkah analisis Fenomenologis Creswell, mulai dari penggalian pernyataan bermakna hingga penyusunan deskripsi esensi, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mengonstruksi kepercayaan sosial melalui tiga dimensi yang saling menopang: kepercayaan interpersonal yang menjadikan kedekatan relasional sebagai pengganti verifikasi konten, kepercayaan institusional yang terkikis akibat akumulasi pengalaman inkonsistensi lembaga formal, dan kepercayaan umum yang terdistorsi oleh logika viralitas algoritmik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerentanan mahasiswa terhadap disinformasi bukan semata persoalan kurangnya literasi digital, melainkan persoalan struktural yang berakar pada cara kepercayaan sosial yang dikonstruksi dan dioperasionalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Keywords

Kepercayaan Sosial; Disinformasi; Fenomenologi

Referensi

  1. Abdillah, F., & Putro, G. M. H. (2022). Digital Ethics: The Use of Social Media in Gen Z Glasses. Jurnal Komunikasi, 14(1), 158. https://doi.org/10.24912/jk.v14i1.13525
  2. Amaly, N., & Armiah, A. (2021). Peran Kompetensi Literasi Digital Terhadap Konten Hoaks dalam Media Sosial. Alhadharah Jurnal Ilmu Dakwah, 20(2), 43. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v20i2.6019
  3. Ariestyani, K. (2019). Patterns of Truth: Explaining Trust, Social Media and Truth in Indonesian Contemporary Politics. KnE Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v3i20.4936
  4. Bulya, B., & Izzati, S. (2024). Indonesia’s Digital Literacy as a Challenge for Democracy in the Digital Age. The Journal of Society and Media, 8(2), 640–661. https://doi.org/10.26740/jsm.v8n2.p640-661
  5. Bungin, B. (2007). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya (1st ed.). Kencana.
  6. Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). Sage Publications.
  7. Diaz Ruiz, C., & Nilsson, T. (2023). Disinformation and Echo Chambers: How Disinformation Circulates on Social Media Through Identity-Driven Controversies. Journal of Public Policy & Marketing, 42(1), 18–35. https://doi.org/10.1177/07439156221103852
  8. Firstnanda, R. N., & Annisa, F. (2023). Phenomenological study about “Remaja Jompo” in autobase @CollegeMenfess users at social media Twitter. Symposium of Literature Culture and Communication (SYLECTION) 2022, 3(1), 1108. https://doi.org/10.12928/sylection.v3i1.14334
  9. Fradana, A. N., Suwarta, N., & Wiguna, A. (2021). Millennials against hoaxes: COVID-19, misinformation and mitigation activities. Community Empowerment, 6(8), 1519–1526. https://doi.org/10.31603/ce.5206
  10. Hakim, A. R., Widayati, A., Wibawa, E. A., & Septiana, Y. (2023). The Effectiveness of Digital Literature-Based Learning Video on Improving Student’s Digital Literature Skill. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 33(1), 29–42. https://doi.org/10.23917/jpis.v33i1.21782
  11. Humairoh, R., Augustinah, F., & Ferriswara, D. (2026). The Influence of Social Media Influencers and Institutional Trust on Gen Z Students’ Decisions in Choosing Educational Institutions on Instagram. Journal of Educational Management Research, 5(1), 460–475. https://doi.org/10.61987/jemr.v5i1.1688
  12. Kaharuddin, K. (2020). Kualitatif: Ciri dan Karakter Sebagai Metodologi. Equilibrium Jurnal Pendidikan, 9(1), 1–8. https://doi.org/10.26618/equilibrium.v9i1.4489
  13. Kalakmabin, A., Sari, D. K., & Abraham, R. H. (2025). Analisis Kompetensi Literasi Digital Mahasiswa UKSW dalam Menghadapi Hoaks di Media Sosial. Journal of Innovation Research and Knowledge, 5(5), 5593–5606. https://doi.org/10.53625/jirk.v5i5.11414
  14. Law, S. F., & Le, A. T. (2023). A systematic review of empirical studies on trust between universities and society. Journal of Higher Education Policy and Management, 45(4), 393–408. https://doi.org/10.1080/1360080x.2023.2176598
  15. Loanata, C. P., Utama, I. P., & Hardini, W. (2022). Peran Kepercayaan Pada Hubungan Antara Media Sosial dan Modal Sosial Dengan Keputusan Pembelian Pada Akomodasi di Nusa Penida. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 57. https://doi.org/10.24843/jumpa.2022.v09.i01.p03
  16. Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.
  17. Nur, D. M. M., & Zubair, A. A. (2022). Strengthening Character Education Based on Local Wisdom in Learning IPS. Edueksos Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 11(2). https://doi.org/10.24235/edueksos.v11i2.11897
  18. Nurrahmi, F., & Syam, H. M. (2020). Perilaku Informasi Mahasiswa dan Hoaks di Media Sosial. Communicatus Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(2), 129–146. https://doi.org/10.15575/cjik.v4i2.9215
  19. Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. Simon & Schuster.
  20. Rachman, M. A. (2019). Nilai, Norma dan Keyakinan Remaja dalam Menyebarkan Informasi Sehari-hari di Media Sosial. JIPI (Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi), 4(1), 68. https://doi.org/10.30829/jipi.v4i1.4110
  21. Rihhadatul’aisyi, N., Muthmainnah, S., Zahra, H. P., Putri, T. W., & Febrian, F. T. (2021). Efek Twitter di Masa Pandemi COVID-19 pada Sikap dan Perilaku. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 205. https://doi.org/10.31315/jik.v19i2.4178
  22. Sari, D. N., & Basit, A. (2020). Media Sosial Instagram Sebagai Media Informasi Edukasi. Persepsi Communication Journal, 3(1), 23–36. https://doi.org/10.30596/persepsi.v3i1.4428
  23. Sonni, A. F. (2025). AI-based disinformation and hate speech amplification: analysis of Indonesia’s digital media ecosystem. Frontiers in Communication, 10. https://doi.org/10.3389/fcomm.2025.1603534
  24. Subekti, D., Yusuf, M., Saadah, M., & Wahid, M. (2025). Social media and disinformation for candidates: the evidence in the 2024 Indonesian presidential election. SHILAP Revista de Lepidopterología. https://doi.org/10.3389/fpos.2025.1625535
  25. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
  26. Syahrial, M. F. (2025). Modal Sosial dan Persepsi Penggunaan AI dalam Pembelajaran: Pendekatan Fenomenologi pada Mahasiswa Program Studi PPKn. Maharsi, 7(3), 34–44. https://doi.org/10.33503/maharsi.v7i3.2663
  27. Tandoc Jr., E. C., Lim, Z. W., & Ling, R. (2018). Defining ‘Fake News’: A Typology of Scholarly Definitions. Digital Journalism, 6(2), 137–153. https://doi.org/10.1080/21670811.2017.1360143
  28. Umami, S., Andayani, D., & Wulandari, A. H. (2025). Peran Literasi Digital dalam Memfilter Informasi Keagamaan Hoaks di Lingkungan Universitas Teknologi Mataram. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(2). https://doi.org/10.70294/juperan.v4i02.1077
  29. van Zoonen, W., Luoma-aho, V., & Lievonen, M. (2024). Trust but verify? Examining the role of trust in institutions in the spread of unverified information on social media. Computers in Human Behavior, 150, 107992. https://doi.org/10.1016/j.chb.2023.107992
  30. Wilti, I. I., & Swarnawati, A. (2024). Penyuluhan Cerdas Mengenal Post Truth pada Mahasiswa di Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi. AKSIOLOGIYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(2). https://doi.org/10.30651/aks.v8i2.12103