Integrasi Multimodal dalam Pembelajaran BIPA Berbasis Kearifan Lokal Batik Gedog Tuban untuk Penguatan Keterampilan Berbahasa: Studi Literatur
Abstrak
Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tidak hanya berorientasi pada penguasaan aspek kebahasaan, tetapi juga pada pemahaman budaya sebagai konteks penggunaan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi multimodal dalam pembelajaran BIPA berbasis kearifan lokal batik Gedog Tuban guna memperkuat keterampilan berbahasa pembelajar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah yang diakses melalui Google Scholar dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa Batik Gedog Tuban memiliki potensi yang kuat sebagai sumber pembelajaran autentik karena mengandung nilai historis, filosofis, dan sosial budaya yang kaya. Selain itu, karakteristik Batik Gedog Tuban memungkinkan pengembangan materi dalam berbagai mode representasi, seperti teks, visual, audio, dan audiovisual sesuai dengan prinsip pembelajaran multimodal. Integrasi Batik Gedog Tuban dalam pembelajaran BIPA berpotensi meningkatkan kompetensi berbahasa sekaligus memperkuat kompetensi interkultural pembelajar. Keunikan kajian ini terletak pada integrasi pendekatan multimodal, media audiovisual, dan kearifan lokal Batik Gedog Tuban dalam satu model konseptual pembelajaran BIPA. Selain itu, juga sesuai untuk pembelajar BIPA tingkat menengah hingga lanjut (level 4–6) karena mampu mendukung pengembangan keterampilan membaca, menyimak, berbicara, dan menulis secara kontekstual. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran BIPA berbasis budaya dan multimodal sebagai upaya mendukung internasionalisasi bahasa Indonesia.
Keywords
BIPA; Kearifan Lokal; Batik Gedog Tuban; Multimodal; Keterampilan BerbahasaReferensi
- Aisyah, S. N., & Kusuma, E. R. (2026). Kendala penerapan media berbasis budaya berupa lagu tradisional dalam pembelajaran BIPA. Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi dan Pendidikan, 2(1), 57–65.
- Andanty, F. D., & Candra, B. C. (2026). Penguatan internalisasi bahasa Indonesia melalui pengabdian pembelajaran BIPA berbasis budaya lokal Jawa Timuran. Jurnal Abadimas Adi Buana, 9(2), 166–175. https://doi.org/10.36456/abadimas.v9.i02.a11084
- Azizah, I., Hendratno, H., & Siswanto, B. E. (2026). Mengulik motif Batik Gedog Tuban sebagai sumber etnopedagogis dalam pengembangan bahan ajar sastra untuk sekolah dasar. Publikasi Pendidikan, 16(1). https://doi.org/10.70713/publikan.v16i1.82003
- Budiawan, R. Y. S. (2017). Integration of the use of “nasi tumpeng” in the teaching of BIPA as one of Indonesian local cultural wisdom. Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(1), 1–7.
- Cahyo, A. A. R., Suyatno, S., & Mulyono, M. (2024). Unsur kebudayaan dalam novel Misteri Pantai Mutiara karya Erlita Pratiwi dan implikasinya terhadap media pembelajaran BIPA. Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran, 12, 64–76. https://doi.org/10.24269/dpp.v12i0.9396
- Ciptandi, F., Sachari, A., & Haldani, A. (2016). Fungsi dan nilai pada kain batik tulis Gedhog khas masyarakat di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Panggung, 26(3). https://doi.org/10.26742/panggung.v26i3.190
- Ciptandi, F. (2020). New identity in local community-owned woven fabrics in Tuban, East Java, Indonesia. Journal of Visual Art and Design, 12(2), 109–119. 10.5614/j.vad.2020.12.2.2
- Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage.
- Ervinawati, Y. (2019). Ethnomathematics: Mathematical exploration on Batik Gedog Tuban. Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika, 3(1), 24–35. https://doi.org/10.26740/jrpipm.v3n1.p24-35
- Handayani, W., & Nurlina, L. (2024). Strategi pembelajaran BIPA berbasis audio visual dengan pendekatan budaya: Kajian literatur. Journal of Knowledge and Collaboration, 1(8), 344–353. https://doi.org/10.59613/y67vxj29
- Haryanto, F. A. R., Tachi, L. N., Khanifah, S. N., & Nurlina, L. (2026). Karikatur humor dan pembelajaran bahasa interkultural: Tinjauan literatur dalam konteks BIPA. Ruang Kata, 6(1), 55–65. https://doi.org/10.53863/jrk.v6i01.1956
- Hidayati, N. A., & Hariyadi, A. (2020). Strategi pembelajaran BIPA dengan pendekatan saintifik berbasis budaya kearifan lokal sebagai bentuk pengenalan keragaman budaya Indonesia. In Prosiding Seminar Internasional Seminar Kepakaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (Semar BIPA) (Vol. 3, No. 1, pp. 73–80).
- Lestari, O. W., & Jazeri, M. (2022). Kearifan lokal sebagai bahan ajar pembelajaran BIPA di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Seminar Internasional Riksa Bahasa, 55–63.
- Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage.
- Mulyaningsih, I., & Khuzaemah, E. (2023). Bahan ajar Bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) tingkat pemula berbasis budaya Cirebon. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 12(2), 320–330. 10.26499/rnh.v12i2.6784
- Nissa, K., Ginting, P. T. B., Wibowo, S., & Syahfitri, D. (2025). The model media audiovisual sebagai media pembelajaran BIPA untuk mengenalkan kosakata bahasa Batak Pakpak melalui cerita rakyat. Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing, 8(1), 54–62. https://doi.org/10.31540/silamparibisa.v8i1.3397
- Putri, D. S. A., & Asteria, P. V. (2025). Pengembangan modul pembelajaran digital tema wisata Lamongan bermuatan plurikultural bagi pemelajar BIPA level 1. BAPALA, 12(1), 161–172.
- Rahaya, I. S., & Sahidillah, M. W. (2022). Pemanfaatan nilai budaya legenda Rawa Pening sebagai bahan ajar BIPA. Jurnal Digdaya, 1(1), 29–34. 10.31004/digdaya.vxix.xxx
- Saputro, A. N. (2025). Studi literatur tentang integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(2), 12000–12008. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i2.3944
- Saddhono, K., Rohmadi, M., Rakhmawati, A., & Sohnui, S. (2025). Pelatihan penyusunan bahan ajar Bahasa Indonesia bagi penutur asing berbasis batik Solo di Chiang Mai University Thailand sebagai wujud internasionalisasi bahasa dan budaya Indonesia. Solusi Bersama: Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat, 2(4), 21–38. https://doi.org/10.62951/solusibersama.v2i4.2369
- Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
- Syahfitri, D., Putrayasa, I. B., Wisudariani, N. M. R., & Sudiana, I. N. (2025). Pemanfaatan nilai budaya Putri Pukes sebagai bahan ajar BIPA tingkat menengah. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 11(1), 71–77. https://doi.org/10.31949/educatio.v11i1.11995
- Wardani, L. K., & Sitinjak, R. H. I. (2013). Batik Gedog Tuban, East Java. International Conference on Design and Art.
- Widiana, M. E., Retnowati, N., Slamet, A., & Sagirani, T. (2020). The improving of the quality resources of Gedog Batik craftsmen in Tuban Regency. Indonesian Journal of Cultural and Community Development, 7. https://doi.org/10.21070/ijccd.v7i0.683
- Zuindra, I., & Mayasari, M. (2024). Kearifan lokal sebagai representasi budaya dalam pengajaran BIPA: Analisis multimodal teks ajar. Prosiding Seminar Nasional Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing.