Paedagogie

Artikel

Optimalisasi Pembelajaran PAI dalam Kurikulum Merdeka Belajar di SDN 1 Rumbuk Timur

Zainiya Anisa , Kholisussa’di , Farida Ariyany

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan optimalisasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SDN 1 Rumbuk Timur. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan interpretatif, di mana peneliti terlibat secara langsung dalam memahami fenomena yang diteliti serta mempertimbangkan faktor sosial dan budaya yang dapat memengaruhi hasil penelitian. Data diperoleh melalui pengamatan dan analisis terhadap pelaksanaan pembelajaran PAI di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi pembelajaran PAI dilakukan melalui beberapa strategi, yaitu pemberian pemahaman konseptual mengenai Kurikulum Merdeka kepada guru melalui sosialisasi dan pendampingan oleh pengawas sekolah, penerapan pendekatan personal untuk memahami kebutuhan belajar peserta didik, pengembangan minat dan bakat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan seperti tilawah, tahfiz, dan tartil Al-Qur’an, serta penumbuhan rasa percaya diri siswa melalui kegiatan tampil di depan kelas maupun sekolah. Implementasi strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap keterlibatan, kemampuan, dan karakter peserta didik dalam pembelajaran PAI. Dengan demikian, penerapan Kurikulum Merdeka di SDN 1 Rumbuk Timur mampu mendukung terciptanya pembelajaran PAI yang lebih optimal, berpusat pada peserta didik, dan sesuai dengan kebutuhan serta potensi mereka.

Keywords

Pendidikan Agama Islam; Kurikulum Merdeka; optimalisasi pembelajaran

Referensi

  1. Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih Al-Bukhari, Kitab Fadhail Al-Qur'an, Hadis No. 5027.
  2. Al-Ghazali. (2005). Ihya Ulumuddin. Beirut: Dar al-Fikr.
  3. Anisa, Zainiya, Kholisussa’di. Landasan Akademik Program Merdeka BelajarDalam Perspektif Psikologi Pendidikan dan Psikologi Pendidikan Islam. Vol 10, No 2 (2024)
  4. Arifin, M. (2014). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
  5. Asep Hidayat, M. Irvanda. “Optimalisasi Penyusnan dan Pembuatan Laporan Untuk
  6. Mewujudkan Good Goverence,” Jurnal Ilmiah Hospitality. vol. 11 no. 1, Juni 2022
  7. Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. New York: W.H. Freeman.
  8. Carol Ann Tomlinson. 2014. The Differentiated Classroom: Responding to the Needs of All Learners. Virginia: ASCD
  9. Cholid Narbuko dan Abu Achmadi. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
  10. Dewantara, K. H. (1962). Bagian Pendidikan. Yogyakarta: Taman Siswa.
  11. Diah Lestari. “Kurikulum Merdeka: Hakikat Kurikulum Dalam Pendidikan,” Journal Of
  12. Information Systems And Management. vol.2 no.2 (2023)
  13. Firmansyah, Moh. Iman. “Pendidikan Agama Islam: Pengertian, Tujuan, Dasar, dan
  14. Fungsi,” Jurnal Pendidikan Agama Islam. vol. 17. no. 2 (2019)
  15. Fuji Pratami, Syamsiah Depalina Siregar. “Optimalisasi Peran Guru PAI Terhadap Hasil
  16. Belajar Siswa Pada Masa Pandemi Covid-19,” Edu Global: Jurnal Pendidikan Islam. vol. 1. no.1 (2020)
  17. Gardner, H. (2011). Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences. New York: Basic Books.
  18. House, J. S. (1981). Work Stress and Social Support. Reading, MA: Addison-Wesley.
  19. Hurlock, E. B. (2008). Developmental Psychology. Jakarta: Erlangga.
  20. Jean Piaget. (1972).The Psychology of the Child. New York: Basic Books
  21. Kemendikbud. (2020). Kurikulum Merdeka dan Merdeka Belajar. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  22. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022) Panduan Pembelajaran dan Asesmen pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Jakarta: Kemendikbudristek
  23. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.
  24. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila. Jakarta: Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan
  25. Lev S. Vygotsky. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge: Harvard University Press,
  26. Lickona, T. (2013). Educating for Character: Mendidik untuk Membentuk Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.
  27. Mansir Firman, Halim Purnomo. “Optimalisasi Peran Guru PAI Ideal Dalam
  28. Pembelajaran Fiqih di Masa Pandemi Covid-19,” Jurnal Pendidikan Agama Islam al-Thariqoh, vol. 05 no. 2, Juli-Desember (2020)
  29. Maslow, A. H. (1943). A Theory of Human Motivation. Psychological Review, 50(4), 370–396.
  30. Muhaimin. (2006). Nuansa Baru Pendidikan Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  31. Muhaimin. (2014) Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya
  32. Muri Yusuf. 2014. Metode Penelitian Kualititatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan.
  33. Jakarta: Kencana
  34. Nasution. 2003. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.
  35. Nata, A. (2017). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.
  36. Nata, A. (2017). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.
  37. Oemar Hamalik. 2017. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
  38. Pramadan Aditya, Anggita Isty. “Optimalisasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
  39. Melalu Pengelolaan Zakat Produktif Berdasarkan Program Zakat Community Development Baznas di Pesantren Nurul Huda," Jurnal Ilmiah Research and Development Student, vol. 1 no.1 (2023)
  40. Rifa’i Ahmad, Elis Kurnia Asih, Dewi Fatmawati. “Penerapan Kurikulum Merdeka
  41. Pada Pembelajaran PAI di Sekolah,” Jurnal Syntax Admiration, vol. 3 no. 8, Agustus (2022)
  42. Rogers, C. R. (1969). Freedom to Learn. Columbus, OH: Merrill Publishing Company.
  43. Sardiman. (2018). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.
  44. Schunk, D. H., & Pajares, F. (2002). The development of academic self-efficacy.
  45. Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
  46. Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
  47. Sugiyono. 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
  48. Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
  49. Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan
  50. R&D. Bandung: CV. Alfabeta.
  51. Supriatna Tono. “Kurikulum Merdeka Untuk Pemulihan Kritis Pembelajaran,” Jurnal
  52. UPI. vol. 19 no.2 (2022)
  53. Suzana Yenny, Imam Jayanto. 2021 Teori Belajar Dan Pembelajaran.
  54. lestari Diah. “Kurikulum Merdeka: Hakikat Kurikulum Dalam Pendidikan,” Journal Of
  55. Information System And Management, vo. 2 no. 5 (2023)
  56. Syuhudi Irfan, Muhammad Zen, “Optimalisasi Manajemen Dakwah Pada Era Digital
  57. Oleh Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdatul Ulama,” TADBIR: Jurnal Manajemen Dakwah, vol. 6 no. 1 (2024)
  58. Tafsir, A. (2013). Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  59. Tafsir, A. (2013). Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  60. Tim Penerjemah. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Bandung: CV. Diponegoro, 2015
  61. Nurani Umma. “Upaya Orangtua Dalam Optimalisasi Peningkatan Belajar Anak di
  62. Dusun Ringinsari Kecamatan Kayen Kidul Kediri,” Skripsi (2021)
  63. Tindani Nur Karim. “Efektivitas Pembelajaran: Studi Pada Mentoring PAI STMIK
  64. Jabar,” Jurnal Inovasi Pendidikan Agama Islam, vol. 1 no.1 Desember (2021)
  65. Tomlinson, C. A. (2014). The Differentiated Classroom: Responding to the Needs of All Learners. Alexandria, VA: ASCD.
  66. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  67. Zimmerman, B. J. (2000). Self-regulated learning: Theories, measures, and outcomes.