KEPEDULIAN DAN PENGETAHUAN PELAKU BISNIS MENGENAI GREEN ACCOUNTING

Penulis

Kata Kunci:

green accounting, biaya lingkungan

Abstrak

Sebuah konsep baru tentang green accounting yang di berbagai negara, mulai diterapkan di Indonesia untuk berbagai jenis industri. Terutama di perhotelan, sektor industri jasa melalui penelitian PROPER 2012 bisnis sektor yang berada di posisi hitam adalah perhotelan. Karena ketidaktaatan terhadap b3 tentang pengelolaan limbah. Tanggung jawab pelaku bisnis di sekitar lingkungan bisnis merupakan salah satu hal penting dalam menjalankan kegiatan usahanya menghasilkan limbah, yang akan berpengaruh besar dalam proporsi sekitarnya. Hasil sektor jasa perhotelan adalah limbah atau wastes. Limbah berasal dari bahan basah, makanan olahan dan air, air cucian. Jika tidak ditangani dengan baik akan berdampak buruk bagi lingkungan bisnis di sekitar. Penelitian ini mengambil sampel penginapan-penginapan di kota Salatiga tentang kepedulian dan kesadaran untuk keramahan terhadap lingkungan. Namun pada kenyataannya masih banyak perhotelan non-bintang tidak mengetahui green accounting. Pengetahuan akan biaya lingkungan adalah salah satu tanggung jawab kegiatan usaha. Jadi diperlukan sosialisasi di semua perhotelan di Salatiga, baik hotel bintangl dan hotel non bintang. Dengan demikian green accounting dapat diterapkan di sektor perhotelan, baik hotel ber bintang maupun non bintang.

Unduhan

Diterbitkan

2016-04-26

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

KEPEDULIAN DAN PENGETAHUAN PELAKU BISNIS MENGENAI GREEN ACCOUNTING. (2016). Jurnal Analisis Bisnis Ekonomi, 14(1), 34-45. https://coba.unimma.ac.id/bisnisekonomi/article/view/122