Uji iritasi dan sifat fisik sabun mandi cair ekstrak herba krokot (Portulaca oleracea L.) dengan pewarna alami ekstrak secang

Penulis

  • Indri Kusuma Dewi Poltekkes Kemenkes Surakarta, Indonesia
  • Indarto Indarto Poltekkes Kemenkes Surakarta, Indonesia
  • Nining Hastuti Poltekkes Kemenkes Surakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31603/bphr.v1i2.4863

Kata Kunci:

Sabun Mandi, Ektrak Herba Krokot, Ektrak Secang

Abstrak

Salah satu tanaman tradisional yang digunakan sebagai sabun mandi adalah herba krokot (Portulaca oleracea L.) yang mengandung  zat fitokimia yaitu saponin, flavonoid dan tanin yang dapat digunakan sebagai antibakteri alami pada sediaan sabun mandi cair. Selain itu, dalam penelitian ini menggunakan bahan lain yaitu ekstrak secang, penggunaan ekstrak secang untuk memberikan warna pada sabun yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil sifat fisik sediaan sabun mandi cair dari ekstrak herba krokot dengan pewarna alami ekstrak secang. Metode penelitian secara deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan sifat fisik sediaan sabun mandi cair ekstrak herba krokot dengan pewarna alami ekstrak secang yang disajikan  dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil yang diperoleh adalah sabun berbentuk cair, berbau khas mawar, bewarna merah kehitaman, pH 10.7, tinggi busa 45 mm, bobot jenis 1,04 g/ml. Kesimpulan hasil uji organoleptik, uji pH, uji tinggi busa, dan uji bobot jenis pada sediaan sabun mandi cair dari ekstrak herba krokot dengan pewarna alami ekstrak secang memenuhi standar persyaratan sabun mandi cair.

Referensi

Depkes RI, 1985 Formularium Kosmetika Indonesia, cetakan 1, Jakarta

Dimpudus, S.A., Yamlean, Y.V.P., dan Yudistira, A. 2017. Formulasi Sediaan Sabun Cair Antiseptik Etanol Bunga Pacar Air (Impatiens balsamina L.) dan Uji Efektivitasnya terhadap Bakteri Staphloccus aureus secara In Vitro. Jurnal Ilmiah Farmasi 6(3):208-215

Hariana, H.A. 2011. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 2. Jakarta: Penebar Swadaya

Karlina, C.Y., Muslimin, I., dan Guntur, T. 2013. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Herba Krokot (Portulaca oleracea L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. LenteraBio 2(1):87-93

Nurhadi., dan Siely, C. 2012. Pembuatan Sabun Mandi Gel Alami dengan Bahan Aktif Mikroalga Chorella Pyrenoidosa Beyerinck dan Minyak Atsiri Lavandula latifolia Chaix. [Skripsi]. Malang: Universitas Ma Chung

Rijai, L. 2012. Potensi Tumbuhan (Lygodium microphylum) dalam Bidang Kefarmasian. Jurnal Trop Pharm Chem 2(1): 31-39

Sari, R., dan Suhartati. 2016. Secang (Caesalpinia sappan L.) Tumbuhan Herbal Kaya Antioksidan. Info Teknis EBONI 13(1):57-67

SNI, 1996. Standar Sabun Mandi Cair. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional. SNI 06-4085-1996

Widarsih, S. 2018. Uji Fisik Antibakteri Ekstrak Etanol Herba Krokot (Portulaca oleracea L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. [Karya Tulis Ilmiah]. Medan: Jurusan Farmasi. Politeknik Kesehtan Kemenkes Medan

Yamlean Y.V paulina dan Widdhi Bodhi. 2017. Formulasi dan uji antibakteri sediaan sabun cair ekstrak daun kemangi (Ocymum basilicum L.) terhadap bakteri Staphyloccus aureus. Jurnal ilmiah Farmasi 6(1):76

Diterbitkan

2021-11-01

Terbitan

Bagian

Articles