Analisis Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Kearifan Local Cipta Gelar Sukabumi Dalam Mengembangkan Kecerdasan Ekologis
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SD Negeri sekecamatan Muntilan yang meliputi 1) Kesadaran literasi guru, 2) Perilaku membaca siswa dan 3) Implementasi Gerakan Literasi Sekolah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah 5 kepala sekolah, 5 guru, 20 siswa dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh dengan menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi teknik. Data yang diperolah dianalisis secara interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Data yang diperoleh kemudian dideskripsikan dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Kesadaran literasi guru belum maksimal sehingga implementasi GLS belum diterapkan 2) Perilaku baca siswa mayoritas masuk dalam kategori Traditional Intruction (membaca dengan dikaitkan materi akademik), sehingga budaya literasi siswa belum terbentuk 3) Implementasi GLS baru diterapkan pada minoritas SD Negeri di kecamatan Muntilan. Adapun faktor penghambat yang menyebabkan kondisi ini terjadi adalah 1) Guru belum memiliki semangat/motivasi sebagai pembaca sehingga update untuk literasi informasi belum dimaksimalkan2) Siswa kekurangan figure pembaca dari keluarga sehingga minat membaca rendah 3) Siswa telah kecanduan gawai 4) Sosialisasi GLS belum mendalam dan tidak disertai pelatihan dan pendampingan. Sedangkan faktor pendukung implementasi GLS adalah program sekolah adiwiyata yang dilakukan di mayoritas SD dimana program yang dilakukan sejalan dengan tujuan GLS, namun belum dimanfaatkan oleh sekolah.
Keywords
Character; Local Wisdom; Ecological IntelligenceReferensi
- Kristansti. (2010). Indonesia perusak Lingkungan.
- Goleman, Daniel. (2010). Eco Literate: How Educators are Cultivating Motional, Social, and Ecological Intelligence. US: Jossey Bass.
- Aspin, David N., Chapman, Judith D, Ed. (2007). Values Education and Lifelong Learning: Principles, Policies, and Programmers. Netherland : Springer
- Talang N. E. (2001). Local Wisdom in the Process and adaption of Thai People, 2nd ed. Bangkok: Amarin Jenkins, H. Suarez-Orozco, M and Qin-Hilliard, D. b. (2004). Pop Cosmopolitanism : Mapping Cultural Flows in an age of media Convergence in the New millennium (edeteds). Los Angeles, California: University of California Press Berkeley.
- Dimenson, Sara, Ed. (2009). Character is Key: How to Unlock the Best in Our
- Nurfalah, Y. (2016). Urgensi Nilai-nilai Pendidikan Karakter. IAIT Kediri. Volume 27 Nomor 1 (Januari 2016).
- Creasy. (2008). What is Character Education?. Jurnal of education Policy, Vol.3, No. Hal:172-180.
- Adisusilo, S. (2014). Pembelajaran nilai karakter. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
- Zakiyah, Q, dkk. (2014). Pendidikan Nilai. Editor. Beni ahmad saebani. Bandung: Pustaka Setia.
- Prihanto, P, & Haryono, B. (2018). Keputusan Orang Tua Dalam Menentukan Pendidikan Dasar Bagi Anak di Desa Pandeyan, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kota Purwokerto. Jurnal Analisa Sosiologi, 4(1)
- Soetomo. (2012). Keswadayaan Masyarakat, Manifestasi Kapasitas Masyarakat untuk Berkembang secara Mandiri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Gardner, H. (2013). Multiple Intelegences : kecerdasan Majemuk : Teori Dalam Praktek. Sindoro Trans. Batam: Interaksara
- Goleman, Daniel. (2012). Ecological Intelligence : How Knowing The Hidden Impacts Of What We Buy CCn Change Everything (Edisi Bahasa Indonesia). Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.
- Center for Ecoliteracy. (2004). Ecoliteracy competencies. [online] Diakses Dari http;//www.ecoliteracy.org/publications/fritjop.
- Creswell,J.W. (2013). Research design pendidikan kualitatif, kuantitatif, dan Mixed.Yogyakarta:Pustaka Belajar.