Paedagogie

Artikel

Transformasi Pembelajaran Sains Kontekstual di Sekolah Dasar Pedesaan Menuju Quality Education

Muh Syauqi Malik , Delia Indrawati , Ika Febriana Wati , Helda Kusuma Wardani , Melyza Vidhia Putri , Devi Wahyu Safitri

Abstrak

Permasalahan mendasar dalam pendidikan sains di tingkat sekolah dasar adalah dominasi pembelajaran hafalan yang menyebabkan kesenjangan antara nilai akademik tinggi dengan pemahaman konsep yang rendah. Fenomena kinerja semu ini teridentifikasi secara spesifik di Sekolah Dasar Negeri Sempol, di mana siswa memperoleh nilai sempurna melalui hafalan namun gagal menjelaskan fenomena sains sederhana di kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi kesenjangan kognitif tersebut, penelitian ini mengimplementasikan model Contextual Teaching and Learning yang dirancang untuk menghubungkan materi akademik abstrak dengan pengalaman dunia nyata yang konkret bagi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One-Shot Case Study, yang melibatkan tiga belas siswa kelas tiga yang dipilih melalui teknik sampling jenuh. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pemanfaatan spesifik sumber daya lingkungan pedesaan sebagai laboratorium alam yang terjangkau untuk memvisualisasikan konsep perubahan wujud benda, sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai tujuan pembangunan berkelanjutan mengenai pendidikan berkualitas dan kesadaran lingkungan sejak dini. Hasil empiris menunjukkan bahwa pendekatan ini sangat efektif. Data menunjukkan rata-rata hasil belajar siswa mencapai sembilan puluh enam koma lima belas, dengan tingkat ketuntasan klasikal mencapai seratus persen. Lebih lanjut, analisis observasi menunjukkan bahwa antusiasme dan fokus siswa mencapai titik maksimal. Meskipun siswa menunjukkan variasi tingkat pemahaman antara konsep konkret seperti mencair dan konsep abstrak seperti menyublim, proses pembelajaran secara keseluruhan berhasil mengubah siswa pasif menjadi pembangun pengetahuan yang aktif. Hal ini mengonfirmasi bahwa pendidikan sains berkualitas dan inklusif dapat diwujudkan di sekolah pedesaan dengan fasilitas terbatas.

Keywords

Pembelajaran Kontekstual; Pendidikan Sains; Perubahan Wujud Benda; Sekolah Pedesaan; Quality Education

Referensi

  1. Arafat, M. H., Budiyanto, C. W., Yuana, R. A., & Fenyvesi, K. (2024). Implementation of Integrated STEM Learning in Educational Robotics towards 21st Century Skills: A Systematic Review. International Journal of Education in Mathematics, Science and Technology, 12(5), 1127–1141.
  2. Arma, O. P. (2024). Peran kearifan lokal dalam proses pembelajaran IPA. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi, 10(1), 11–31.
  3. Atmojo, S. E., Anggriani, M. D., Rahmawati, R. D., Skotnicka, M., Wardana, A. K., & Anindya, A. P. (2025). Bridging STEM and Culture: The Role of Ethnoscience in Developing Critical Thinking and Cultural Literacy. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 14(2). https://doi.org/10.15294/jpii.v14i2.23505
  4. Dirgantara, A., & Pambudi, W. (2025). Quality Education in the Hospitality Industry: Its Impact on Sustainable Tourism in Central Java. Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama, 10(1), 17–34. https://doi.org/10.47766/almabhats.v10i1.3385
  5. Disra, D., Karumpa, A., & Razak, N. K. (2025). Pengembangan Materi Ajar Teks Laporan Hasil Observasi Berbasis Audio Visual Project Based Learning. Paedagogie, 20(2), 87–100. https://doi.org/10.31603/paedagogie.v20i2.14192
  6. Dulyapit, A., & Nurmala, Y. (2025). Model Contextual Teaching And Learning (CTL) Sebagai Pendekatan Inovatif Dalam Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah. Al-Adawat : Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 4(01), 45–51. https://doi.org/10.33752/aldawat.v4i01.8491
  7. Himawan, V., Sahertian, P., & Kusufa, R. A. B. (2025). Implementasi Kurikulum Merdeka Terhadap Pembelajaran IPS di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda Banyuanyar Probolinggo. Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 4(2), 128–134. https://doi.org/10.18860/dsjpips.v4i2.16228
  8. Iswati, I., Sukarman, S., & Faqih, A. (2025). Pengaruh Metode Contextual Teaching and Learning untuk Meningkatkan Kompetensi pada Materi Realitas Sosial (Studi Kasus: Kelas X MAN 1 Jepara). AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis, 5(1), 539–550. https://doi.org/10.37481/jmh.v5i1.1258
  9. Khairani, N. (2022). Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Topik Energi dan Perubahannya. Pedagogia: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 14(2), 71. https://doi.org/10.55215/pedagogia.v14i2.6613
  10. Ma’rifah, M., Nortasya, S., & Khoirunnisa, W. N. (2025). Efektivitas Buku Ajar Visual IPAS Dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Bumi Persada, 4(1), 58–68.
  11. Mazidah, N. R., & Sartika, S. B. (2023). Pengaruh Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Terhadap Hasil Belajar Kognitif pada Mata Pelajaran IPA Kelas V di SDN Grabagan. Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar, 5(1), 9–16.
  12. Muliastrini, N. K. E. (2025). Pengembangan Strategi Pembelajaran Berbasis Karakter Untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Citra Pendidikan Anak, 4(1), 1–14. https://doi.org/10.38048/jcpa.v4i1.5143
  13. OECD. (2022). PISA 2022 Assessment and Analytical Framework. https://www.oecd.org/pisa/publications/pisa-2021-assessment-and-analytical-framework.htm
  14. Pariza, I., Marlia, A., Desmaneni, Isnaniah, & Ernawarnelis. (2024). Peningkatan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Contextaul Teaching and Learning (CTL) berbasis TPACK. Journal of Education Action Research, 8(4), 572–579. https://doi.org/10.23887/jear.v8i4.88295
  15. Rahma, F. N., Kurniawati, W., & Purnomo, H. (2024). Penerapan Model PjBL untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa pada Pembelajaran IPA Materi Ekosistem Kelas V SD. Paedagogie, 19(2). https://doi.org/10.31603/paedagogie.v19i2.11481
  16. Rahmah, A. A., & Respati, R. (2025). Analisis Kemampuan Literasi Sains Pada Siswa Sekolah Dasar. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 50–57. https://doi.org/10.23969/jp.v10i4.32194
  17. Sari, Y. N., Putri, Y. R., & Indrawati, E. S. (2025). Eksplorasi Fenomena Lokal Sebagai Strategi Penguatan Literasi Sains. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(04), 137–150.
  18. Suardita, I. G. R., Suparya, I. K., Suardipa, I. P., & Ardiawan, I. K. N. (2025). Pengaruh Model Pembelajaran Discovery learning Berbantuan Google Sites pada Pembelajaran IPAS Terhadap Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar. IJPSE Indonesian Journal of Primary Science Education, 6(1), 98–107. https://doi.org/10.33752/ijpse.v6i1.9869
  19. Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D). Alfabeta.
  20. Thornhill-Miller, B., Camarda, A., Mercier, M., Burkhardt, J.-M., Morisseau, T., Bourgeois-Bougrine, S., Vinchon, F., Hayek, S. E., Augereau-Landais, M., Mourey, F., Feybesse, C., Sundquist, D., & Lubart, T. (2023). Creativity, Critical Thinking, Communication, and Collaboration: Assessment, Certification, and Promotion of 21st Century Skills for the Future of Work and Education. Journal of Intelligence, 11(3). https://doi.org/10.3390/jintelligence11030054
  21. Torres, I., & Inga, E. (2025). Fostering STEM Skills Through Programming and Robotics for Motivation and Cognitive Development in Secondary Education. Information, 16(2). https://doi.org/10.3390/info16020096
  22. Yuliyanti, N., Pertiwi, R. P., Sarwi, Wardani, S., & Doyin, M. (2024). Pendekatan Etnosains dalam Pembelajaran IPAS untuk Literasi Sains Inklusif di Sekolah Dasar: Tinjauan Literatur. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(3 Agustus), 3539–3552. https://doi.org/10.58230/27454312.780