Kesantunan Berbahasa Siswa Jurusan Perhotelan Kelas XI SMK Negeri Padang 9 dengan Guru Bahasa Indonesia melalui Media Sosial WhatsApp
Abstract
This study aims to describe the forms of compliance and violations of the principles of politeness of language among students in communicating with Indonesian language teachers through social media WhatsApp based on the communication context according to Hymes' theory. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. The research data are in the form of written utterances of students to Indonesian language teachers obtained from WhatsApp messages in the 2024/2025 academic year. The data collection technique was carried out using the documentation method, while the data analysis technique was carried out by grouping the data based on compliance and violations of the principles of politeness of language according to Leech's politeness theory and examined based on Hymes' SPEAKING context components. The results showed that of the 30 student utterances analyzed, there were 21 utterances that complied with the principles of politeness of language and 9 utterances that violated the principles of politeness of language. The analysis of the communication context showed that in general, student utterances took place in a polite communication context and were in accordance with the norms of language interaction, although there were still some utterances that did not comply with the principles of politeness of language. Based on the results of this study, it can be concluded that students' politeness of language in communicating with teachers through social media still needs to be improved. Therefore, an understanding of the principles of politeness is important to instill in educational settings to create more polite, effective, and socially normative communication.
Keywords
Politeness; Principles of Politeness; Pragmatics; WhatsAppReferences
- Agustina. 1995. Pragmatik dalam Pengajaran Bahasa Indonesia. Padang: IKIP
- Padang.
- Chaer, Abdul. 2010. Kesantunan Berbahasa. Jakarta. Rineke Cipta.
- Chamalah. 2010. “Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Wacana SMS Pembaca di Surat Kabar Merdekaâ€. Skripsi.
- Devianty, Rina. 2020. “Prinsip Kesantunan Berbahasa Indonesia dalam Tindak Tutur Mahasiswa.†Skripsi.
- Diyan Permata Yanda, M.Pd. 2017. “Kesantuna Berbahasa Anas Urbaningrum Pasca Jadi Tersangka KPK dalam Kasus Hambalang.†Jurnal Gramatika:Jurnall Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 3(2):119-30 doi: 10.22202/jg.2017.v3i2.1280.
- Doko, Yunitha Devrudyan. 2017. “Kesantunan Berbahasa dalam Kumpulan cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur.†RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa 3(1):159-69. doi: 10.22225/jr.3.1.163.159-169.
- Gunarwan, Asim. 2004. Dari Pragmatik ke Pengajaran Bahasa (Makalah Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah). IKIP Singaraja.
- Jumlatmoko. 2016. “Whatsapp Messenger dalam Tinjauan Manfaat dan Adab†Wahana Akademikaâ€. Volume 3 Nomor 1.
- Leech, G. N. (2014). The Pragmatic of Politeness. New York: Oxford University Pres 2014.
- Leech, G.N. (1993). Principle of Pragmatics. Jakarta: Universitas Indonesia
- Larasati, W., dkk. (2013). Efektivitas Pemanfaatan Aplikasi Whatsapp sebagai Sarana Diskusi Pembelajaran Pada Mahasiswa (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).
- Layla. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Palanta.
- Marlen, Lili. 2020. “Kesantunan Berbahasa Siswa dengan Guru Bahasa Indonesia Melalui media sosial Whatsapp di SMP Negeri 2 Bukittinggi,†Universitas Negeri Padang.
- Mawene, Aleda dkk.2011. “Kesantunan Berbahasa dalam Sistem Layanan Pesan Singkat: Analisis Wacana Interaksi Antara Mahasiswa dan Dosen Universitas Cendrawasihâ€. Jurnal Artikulasi, Volume 12 No.2
- Moleong,Lexy J, 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
- Nana Syaodih Sukmadinata. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.
- Pranowo. 2009. Berbahasa Santun.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Prasetya, Kiftian Hady, Hani Subakti, dan Ari Musdolifah. 2022. “Pelanggaran Prinsip Kesantunan Berbahasa Peserta Didik Terhadap Guru Sekolah Dasar.†Jurnal Basicedu 6(1):1019-27. Doi: 10.31004/basicedu.v6il.2067.
- Putri, A. R. 2019. “Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Guru dan Siswa.†Jurnal Bahasa dan Sastra 7(1): 88-98
- Raharti. (2019). Whatsapp Media Komunikasi Efektif Masa Kini. Jurnal:
- Visi Pustaka. Vol. 21(2), 148-151.
- Rokhmansyah, Alfian, Purwanti Purwanti, dan Nur Ainin. 2019. “Pelanggaran Maksim pada Tuturan Remaja Perempuan Yatim: Kajian Psikopragmatik.†JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) 4(1):47-52.doi:10.26737/jp-bsi.v4il.887.
- Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Pendidikan: Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&D dan Penelitian Tindakan. Bandung: Alfabeta.
- Sulastuti, Amril Amir, dan Ellya Ratna. 2013. “Kesantunan Berbahasa Pramuniaga dalam Melayani Konsumen di Toko Buku Sari Anggrek Padang.†Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia 1(2):544-53.
- Suratman. 2021. “Kesantunan Berbahasa dalam Film Imperfect yang disutradarai oleh Ernest Prakasa.†Universitas Negeri Padang.
- Syahrul, R. 2008. Pragmatik Kesantunan Berbahasa: Menyimak Fenomena Berbahasa Indonesia Guru dan Siswa. Padang: UNP Press.
- Tarigan, Henry Guntur. 2009. Pengajaran Pragmatik. Bandung: Angkasa.
- Utami, Resti Riyanda, dan Tressyalina. 2020. “Kesantunan Berbahasa dalam Film Dilan 1990. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 8(3):358-65.