Paedagogie

Artikel

Peningkatan Kompetensi Akidah dan Karakter Islami melalui Metode Keteladanan dalam Konsep Al-Walā' wa Al-Barā'

Ainun Nisa , Ayub Kumalla , Erlina Erlina , Idham Kholid , Fachrul Ghazi

Abstrak

Fenomena melemahnya akidah dan menurunnya karakter Islami di kalangan generasi muda Muslim pada era globalisasi dan digitalisasi menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai keimanan dalam pendidikan belum berjalan optimal. Kondisi ini menuntut adanya pembaruan dalam pembelajaran akidah yang tidak hanya berorientasi pada aspek pengetahuan, tetapi juga menekankan keteladanan sebagai sarana pembentukan spiritualitas dan moral peserta didik. Penelitian ini bertujuan menjelaskan nilai-nilai pendidikan akidah dan pembinaan karakter Islami melalui penerapan metode keteladanan dalam konsep Al-Walā’ wa Al-Barā’ sebagaimana dijelaskan dalam Kitab Tarbiyatul Aá¹­fāl karya Syekh Ra’fat Farīz Shalabī. Model yang digunakan adalah metode keteladanan (uswah hasanah), karena metode ini dinilai paling efektif dalam menanamkan nilai-nilai akidah melalui contoh nyata dalam perilaku, ucapan, dan sikap pendidik yang sejalan dengan ajaran Islam. Dalam konteks Al-Walā’ wa Al-Barā’, metode ini mencakup dua aspek penting, yaitu pembinaan loyalitas kepada Allah, Rasul, dan kaum Muslimin (Al-Walā’), serta penanaman sikap menjauhi nilai-nilai yang bertentangan dengan Islam (Al-Barā’). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan menganalisis teks kitab dan literatur pendidikan Islam klasik maupun kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode keteladanan yang berlandaskan konsep Al-Walā’ wa Al-Barā’ dapat memperkuat pemahaman akidah, menumbuhkan komitmen keimanan, serta membentuk karakter Islami yang tangguh di tengah tantangan moral pada era modern.


Kata Kunci: Pendidikan Akidah, Karakter Islami, Metode Keteladanan, Al-Walā’ wa Al-Barā’, Tarbiyatul Aá¹­fāl.

Keywords

Pendidikan Akidah; Karakter Islami; Metode Keteladanan; Al-wã'la wa Al-Barã'; Tarbiyatul Atfãl

Referensi