Penguatan Literasi Kewarganegaraan Melalui Pendidikan Politik di Kalangan Mahasiswa PPKn
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan politik dalam memperkuat literasi kewarganegaraan mahasiswa PPKn melalui praktik pembelajaran yang dialogis, analitis, dan berorientasi pada isu-isu publik kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan analisis dokumen, observasi tidak langsung, dan studi literatur sebagai dasar untuk menelaah efektivitas implementasi pendidikan politik dalam konteks perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan politik ke dalam kurikulum, strategi pembelajaran berbasis diskusi dan analisis kasus, serta keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas kokurikuler mampu meningkatkan kapasitas analitis, memperluas pemahaman konseptual tentang kewarganegaraan, dan membentuk disposisi kewarganegaraan yang kritis dan reflektif. Selain itu, partisipasi mahasiswa dalam forum musyawarah dan organisasi kemahasiswaan berkontribusi pada pengayaan pengalaman politik yang memperkuat literasi kewarganegaraan secara substantif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan politik berbasis isu, ketika ditopang oleh budaya akademik yang demokratis dan partisipatif, memiliki kontribusi signifikan terhadap pengembangan literasi kewarganegaraan mahasiswa secara menyeluruh. Rekomendasi penelitian menggaris bawahi perlunya pengembangan kurikulum yang responsif terhadap dinamika sosial-politik, penguatan metode pembelajaran partisipatoris, serta penciptaan ekosistem kampus yang kondusif bagi praktik demokrasi dan partisipasi warga negara.
Keywords
literasi kewarganegaraan; pendidikan politik; mahasiswa PPKnReferensi
- Almond, G. A., & Verba, S. (1989). The civic culture: Political attitudes and democracy in five nations. Sage Publications.
- Branson, M. S. (1998). The role of civic education. Center for Civic Education.
- Budimansyah, D. (2010). . Penguatan pendidikan karakter: Konsep dan implementasi dalam pembelajaran PPKn. Widya Aksara Press.
- Budimansyah, D., & Suryad, K. (2008). Pendidikan nilai: Kajian teori dan praktik di sekolah. UPI Press.
- Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.) (4th ed.). SAGE Publications.
- Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches ((4th ed.). SAGE Publications.
- Dewey, J. (1987). Experience and education. Macmillan.
- Galston, W., A. (2001). Political knowledge, political engagement, and civic education. Annual Review of Political Science, 4, 217-234. https://doi.org/10.1146/annurev.polisci.4.1.217
- Geboers, E., Geijsel, F., Admiraal, W., & ten Dam, G. (2013). Review of the effects of citizenship education. Educational Research Review, 9, 158–173. https://doi.org/10.1016/j.edurev.2012.02.001
- Heater, D. (2004). A history of education for citizenship. Routledge.
- Hoskins, B., & Deakin Crick, R. (2010). Competences for learning to learn and active citizenship: Different currencies or two sides of the same coin? European Journal of Education,. 1(45), 121-137. https://doi.org/10.1111/j.1465-3435.2009.01419
- Hoskins, B., Villalba, E., Van Nijlen, D., & Barber, C. (2011). Measuring civic competence in Europe. Studies in Educational Evaluation, 3(37), 108-121.
- Ichsan, I. Z. (2019). The role of learning resources in improving civic literacy in higher education. Journal of Education and Learning, 2(13), 234–242. https://doi.org/10.11591/edulearn.v13i2.12447
- Kahne, J., & Bowyer, B. (2017). Educating for democracy in a partisan age. American Educational Research Journal, 1(54), 3-34.
- Kahne, J., & Sporte, S. (2008). Developing citizens. American Educational Research Journal, 3(45), 738-766.
- Kahne, J., & Westheimer, J. (2015). Eaching democracy. Phi Delta Kappan, 6(97), 34–40.
- Kerr, D. (2002). Citizenship education: An international comparison. International Journal of Social Education, 1(16), 1-12.
- Mas’ud, F. (2025). Ekosistem digital dan narasi kebangsaan: Relevansi Pancasila sebagai penuntun etika publik virtual. Haumeni Journal of Education, 2(1), 45-60. https://ejurnal.undana.ac.id/index.php/haumeni/article/view/21505
- Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications, Inc.
- Milner, H. (2010). The Internet generation: Engaged citizens or political dropouts? University Press of New England.
- Niemi, R. G., & Junn, J. (1998). Ivic education: What makes students learn. Yale University Press.
- OECD. (2018). Preparing our youth for an inclusive and sustainable world: The OECD PISA global competence framework. OECD Publishing.
- Patton, M. Q. (2015). Qualitative research and evaluation methods (4th ed.). SAGE Publications.
- Print, M. (2007). Civic education and youth participation. University of Sydney. https://www.researchgate.net/publication/292147040_Civic_Education_and_Youth_Participation
- Print, M., & Lange, D. (2012). Schools, curriculum and civic education for building democratic citizens. Springer.
- Sandelowski, M. (2000). Whatever happened to qualitative description? Research in Nursing & Health,. 4(23), 334-340.
- Sari, N. (2020). Digital literacy and civic engagement among youth in Indonesia. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 2(10), 45-56. https://doi.org/10.20527/jpk.v10i2.9123
- Westheimer, J., & Kahne, J. (2015). What kind of citizen? American Educational Research Journal,. 2(52), 237-269.
- Winataputra, U. S. (2011). Teori dan praktik pendidikan kewarganegaraan. Universitas Terbuka.
- Youniss, J. (2011). Civic education. Applied Developmental Science, 2(15), 98-103.