Paedagogie

Artikel

Analisis Makna Polisemi dalam Empat Cerpen Indonesia Terbaik Tahun 2009: Kajian Sematik

Auralia Qurrota Aini , Alya Nadhifa Salsabila , Rani Jayanti

Abstrak

Penelitian ini berjudul Analisis Makna Polisemi dalam Empat Cerpen Indonesia Terbaik Tahun 2009: Kajian Semantik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk polisemi, mendeskripsikan makna leksikal dan kontekstualnya, serta menjelaskan fungsi polisemi dalam membangun makna sastra pada cerpen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data berupa empat cerpen yang dipilih secara purposive dari kumpulan Cerpen Indonesia Terbaik Tahun 2009. Data penelitian berupa kata, frase, dan ungkapan yang mengandung makna polisemi, yang dikumpulkan melalui teknik simak dan katat, kemudian dianalisis menggunakan analisis semantik leksikal dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polisemi muncul secara sistematis dan berfungsi sebagai perangkat naratif yang memperkaya makna cerita, membangun konflik batin tokoh, serta memperkuat tema dan nilai simbolik. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa polisemi dalam cerpen tidak hanya bersifat kebahasaan, tetapi juga memiliki fungsi estetika dan ideologi dalam teks sastra.

Keywords

Polisemi; Semantik; Cerpen Indonesia; Sastra

Referensi

  1. Aura Meriska, Rosenta L Situngkir, Felicia Joice Sitinjak, & Rivandi Anju Gurning. (2024). Analisis Makna Leksikal dan Konotatif Dalam Bahasa Indonesia: Kajian Semantik Terhadap Penggunaan Kata Dalam Pantun Karya Dr. Tenas Effendy. Simpati, 2(3), 95–108. https://doi.org/10.59024/simpati.v2i3.820
  2. Chaer, A. (2013). Linguistik umum. Jakarta: Rineka Cipta.
  3. Chaer, A. (2017). Pengantar semantik bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
  4. Elia Milane Nainggolan, & Ayu Aldina Afriyanti. (2023). Analisis Makna Dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori (Kajian Semantik). ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 4(1), 01–19. https://doi.org/10.37304/enggang.v4i1.12082
  5. Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075
  6. Keraf, G. (2010). Diksi dan gaya bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  7. Khanaliyeva, I. Y. (2023). Polysemy and Context in Literary Works. Path of Science, 9(5), 1008–1013. https://doi.org/10.22178/pos.92-7
  8. Kortmann, B. (2020). Semantics: Word and sentence meaning. English Linguistics, 143–171. https://doi.org/10.1007/978-3-476-05678-8_6
  9. Lidia Kristiani Situmorang, Pitri Ayuningsih, & Firmansyah, D. (2025). Contextual Meaning Analysis in the Novel Kata by Rintik Sedu: A Semantic Study. Jurnal Disastri, 7(1), 169–174. https://doi.org/10.33752/disastri.v7i1.7807
  10. Loane, I., & Jyldyz, T. (2023). Unveiling the Influence of Cultural Symbols on Character Relationships and Emotions in Literature. Studies in Art and Architecture, 2(4), 12–19. https://doi.org/10.56397/saa.2023.12.02
  11. Mangunsong, T. A. M., & Diliana, E. (2023). Kajian Unsur-unsur Semantik pada Cerpen Sepotong Senja untuk Pacarku Karya Seno Gumira Ajidarma 2023. Yasin, 3(2), 359–371. https://doi.org/10.58578/yasin.v3i2.1569
  12. Maruashvili, E. (2023). Stylistics and Contemporary Fiction. Moambe. https://doi.org/10.52340/gbsab.2023.01.03.07
  13. Nisaul Zahra, Yuni Sonia, Saida Adilla, Riski Ainaul Mardiyah, & Dinda Amelia. (2024). Semantik Dalam Bahasa Indonesia. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya, 2(6), 156–164. https://doi.org/10.61132/morfologi.v2i6.1163
  14. Nurgiyantoro, B. (2018). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  15. Nurjanah, E. (2023). Kajian Semantik Penamaan Makanan Khas di D.I. Yogyakarta. Narasi: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pengajarannya, 1(1), 1–11. https://doi.org/10.30762/narasi.v1i1.893
  16. Noor, Agus, dkk. (2009). 20 Cerpen Indonesia Terbaik 2009. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  17. Pateda, M. (2010). Semantik leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.
  18. Prafitri, W., & Nasir, M. A. A. (2023). Messages Revealed Through Figurative Language Used in “Lamb to the Slaughter†by Roald Dahl. EBONY: Journal of English Language Teaching, Linguistics, and Literature, 3(2), 109–118. https://doi.org/10.37304/ebony.v3i2.8984
  19. Rafida, T. (2018). Semantic Analysis on Lexical Relations in Pujakesuma Language. JL3T (Journal of Linguistics, Literature and Language Teaching), 4(2), 17–35. https://doi.org/10.32505/jl3t.v4i2.754
  20. SANTUSO, S., & TALLAPESSY, A. (2024). Figurative Language in the Short Story Ayah by Tetin Sobariah on Kompas.id. Integration: Journal Of Social Sciences And Culture, 2(3), 315–322. https://doi.org/10.38142/ijssc.v2i3.235
  21. Seydullaevich, M. N. (2023). the Reflection of Linguistic Aspects of Culture in a Literary Text. American Journal Of Philological Sciences, 03(02), 74–77. https://doi.org/10.37547/ajps/volume03issue02-13
  22. Simorangkir, A. V. N. S. T. P. G. B. Y. S. (2024). Relasi Makna Dalam Kajian Semantik Bahasa Indonesia. Aurelia: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(9), 690–701.
  23. Smirnova, A. Y., & Tolochin, I. V. (2018). Terrible angels: Semantic ambivalence and polysemy. GEMA Online Journal of Language Studies, 18(3), 153–169. https://doi.org/10.17576/gema-2018-1803-09
  24. Sulistyaningsih, L. S., Sitaresmi, N., & Rahmawati. (2020). A Comparative Study of Indonesian and Sundanese Homonym Vocabularies. 509(Icollite), 390–395. https://doi.org/10.2991/assehr.k.201215.061
  25. Sobreira, R., & Cintra, M. R. (2019). Making sense of atypical short stories. Veredas - Revista de Estudos Linguísticos, 22(2). https://doi.org/10.34019/1982-2243.2018.v22.28214
  26. Wijana, R. R. K. I. P. D. (2025). POLISEMI LEKSEM HEART:KAJIAN SEMANTIK. Jurnal Pendidikan Indonesia, 6(4), 1996–2005.
  27. Wijana, I. D., & Rohmadi, M. (2011). Analisis wacana pragmatik. Surakarta: Yuma Pustaka.
  28. Wijayanti, Z. A. O. A. R. D. (2025). STUDI LITERATUR: SEMANTIK DALAM KARYA SASTRA DAN JENISNYA. JURNAL KABASTRA, 4(2), 256–266.