Paedagogie

Artikel

Struktur Nyanyian Togo dalam Upacara Adat Pati Karapau serta Implementasinya dalam Pembelajaran Seni Musik bagi Siswa SMA

Benediktus Molo , Paskalis R. Langgu

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji struktur musik Nyanyian Togo sebagai bagian dari tradisi sakral Upacara Adat Pati Karapau di Pulau Palu’e, serta (2) mengembangkan modul pembelajaran Nyanyian Togo sebagai bahan ajar seni budaya bagi siswa SMA guna mendukung pelestarian budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode Research and Development (R&D). Pendekatan kualitatif diterapkan untuk menganalisis struktur musikal melalui proses transkripsi lagu, pengamatan fungsi musik, serta kajian bentuk melodi, ritme, dan komposisi. Sementara itu, pengembangan bahan ajar dilakukan dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, transkripsi musik, serta validasi ahli materi dan ahli pembelajaran untuk menilai kelayakan modul. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif terhadap struktur musik dan persentase kelayakan modul, serta uji efektivitas melalui perbandingan hasil pretest dan posttest siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nyanyian Togo merupakan musik diatonis dengan struktur komposisi yang terdiri atas pembuka, isi, dan penutup, serta memiliki fungsi ritual, hiburan, dan keagamaan. Modul pembelajaran yang dikembangkan memperoleh kategori “baik” dengan persentase kelayakan sekitar 80% dari para ahli. Selain itu, modul terbukti efektif meningkatkan hasil belajar siswa, ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai pengetahuan dari 44,75 menjadi 72,25 dan keterampilan dari 50,5 menjadi 80,5 dengan signifikansi < 0,05. Nyanyian Togo memiliki nilai musikal dan kultural yang penting untuk dilestarikan, serta modul pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan layak dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran seni budaya di SMA. Integrasi musik tradisional ke dalam pendidikan formal menjadi strategi relevan untuk memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan pengalaman belajar siswa.

Keywords

Togo; Pati Karapau; Modul Pembelajaran; Pelestarian

Referensi

  1. Abid, M. (2019). Menumbuhkan Minat Generasi Muda untuk Mempelajari Musik Tradisional. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang. 3(1), 328-347.https://jurnal.univpgripalembang.ac.id/index.php/Prosidingpps/article/view/3067/2883
  2. Agna, R, Slamet S, Endang W. The Role of Art Education Through the Learning of Traditional Dance in Elementary School. In: Proceedings of the 4th International Conference on Arts Language and Culture (ICALC). 2021. p. 8-14. Available from: https://dx.doi.org/10.2991/assehr.k.200323.002
  3. Ardipal FA, Dewi P. Teaching Music Based on Student’s Culture in Elementary School. In: Proceedings of the 1st Progress in Social Science, Humanities
  4. Astuti, Kun Setyaning & Suminto. (2002). Efektivitas Pertunjukan untuk Mencapai Prestasi Belajar Ansambel Musik yang Bermakna. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan. 5(4), 14-30. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpep/article/view/2065/1712
  5. Arikonto, S. (2010). Procedure Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rijeka Cipta.
  6. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2013). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima. Jakarta: Balai Pustaka.
  7. Bramantyo Ps, Triyono. (1998). Pengantar Apresiasi Musik. Yogyakarta: Thafa Media.
  8. Farhana, Ika. (2022). Merdekakan Pikiran dengan Kurikulum Merdeka: Memahami Konsep Hingga Penulisan Praktik Baik Pembelajaran di Kelas. Bogor: Lindan Bestari.
  9. Fatmawati K, Mulyanto, Sudiyanto. Learning Traditional Dance in Growing the Character of Students in Blitar 5 Junior High School. In: Proceedings of the 4th International Conference on Arts Language and Culture. 2020. p. 55-60.Available from: https://dx.doi.org/10.2991/assehr.k.200323.008
  10. Gunardi, dkk.. (2018). Pendidikan Kesenian (Seni Musik) SMP kelas IX Semester 2. Solo: Cahaya Alam.
  11. Hastanto, Sri. (2011). Kajian Musik Nusantara-1. Surakarta: Institut Seni Indonesia Surakarta Press.
  12. James, W. Bequette. (2014). Culture-Based Arts Education That Teaches Against the Grain: A Model for Place-Specific Material Culture Studies. JSTOR, 55(3), 214-226. https://www.jstor.org/stable/24465450
  13. Koentjaraningrat. (2002). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Publisher.
  14. Kosasih, Dr. E. (2020). Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Bumi Aksara.
  15. Kristanto, Andi (2017). The Development of Instructional Materials E-Learning Based On Blended Learning. International Education Studies, 10(7), 10-17. https://doi.org/10.5539/ies.v10n7p10
  16. Molo, B, Purnamalon, MP, Langgu, P. Design of Music Learning Methods Based on Traditional Music for Children with Special Needs (Autism) [Internet]. 2024 Nov; 11(11): 245-251. Available from: https://ijmmu.com/index.php/ijmmu/article/view/6359
  17. Mubarak, Zaki. (2022). Detain Kurikulum Merdeka Belajar untuk Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Tasikmalaya: CV Pustaka Turats Press.
  18. Nurullaev, FG. The Role and Significance of Folk Music in Raising Children [Internet]. 2022 Mei;2(5): 70–74. Available from: http://www.inovatus.es/index.php/ejine/article/view/809
  19. Pavlović, Cicović SD. Folk Musical Creativity of Gnjilane in Elementary School Music Teaching. [Internet]. 2014 Jan;14(36): 351-365. Available from: https://doaj.org/article/12fffe905709459db5c395ce7dd5503a
  20. Punaji, H. (2010). Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta Timur: Kencana Prenada Media Group.
  21. Putri SN, Manuk IL, Hedwidgis M, Nirmalasari MAY. Kajian Isu Sosiosaintifik dalam Warisan Budaya Sikka [Internet]. 2022 Sept;12(3): 761-771. Available from: https://ejournal.tsb.ac.id/index.php/jpm/article/view/681/405
  22. Rayanto, Yuri Hari & Sugianti. (2020). Penelitian dan Pengembangan Model ADDIE & R2D2: Teori dan Praktik. Jakarta: Rijeka Cipta.
  23. Stein L. Structure & Style: The Study and Analysis of Musical Forms. New Jersey: Summy-Birchard
  24. Music; 1979. James WB. Culture-Based Arts Education That Teaches Against the Grain: A Model for Place-Specific Material Culture Studies [Internet]. 2014 Apr; 55(3): 214-226. Available from: https://www.jstor.org/stable/24465450
  25. Suswandari, Sri Astuti. (2020). Kerrigan Lokal dalam Keragaman Etnik di Kabupaten Sikka. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  26. Toding, F, Lestari DT, Picanussa, BE. The music of topada tindo: the musical composition from the history of Toraja Nobility [Internet]. 2024 Des;22(2): 207-224. Available from: https://jurnal.isi- ska.ac.id/index.php/gelar/article/view/6055/4196