Implementasi Pembelajaran IBSC (Investigation Based Science Collaborative) untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa
Abstrak
Literasi sains di Indonesia masih rendah berdasarkan hasil PISA, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran seperti model IBSC yang menyelidiki kolaboratif untuk melatih keterampilan berpikir ilmiah, komunikasi, dan kolaborasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi model pembelajaran Investigation Based Science Collaborative (IBSC) berbasis ekosistem terhadap peningkatan literasi sains siswa SMP pada materi rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest design, dilaksanakan di SMP Negeri 32 Surabaya pada kelas VII-C dengan 30 siswa sebagai sampel. Instrumen meliputi lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes literasi sains (pretest-posttest), dan angket respon siswa. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Wilcoxon, N-gain, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran IBSC sangat baik dengan presentase 95,63% pada pertemuan pertama dan 97,22% pada pertemuan kedua. Literasi sains siswa meningkat signifikan (sig. <0,001), dengan skor N-gain rata-rata 0,72 (kategori tinggi), dimana 68% siswa mencapai kategori tinggi dan 32% sedang. Peningkatan terlihat pada indikator menjelaskan fenomena ilmiah (N-gain 0,69), menyusun rencana penyelidikan (N-gain 0,83), dan menginterpretasikan data/bukti (N-gain 0,73). Respon siswa positif tinggi (>85%) terhadap pembelajaran aktif dan kolaboratif. Kesimpulannya, model IBSC berbasis ekosistem efektif meningkatkan literasi sains siswa melalui pendekatan investigatif dan kolaboratif, yang diterapkan untuk pengembangan pembelajaran IPA yang bermakna dan kontekstual. Penelitian ini mendukung prinsip keberlanjutan model IBSC dengan penguatan analisis pada data dan perluasan subjek penelitian.