Lexicons Used in the Traditional Gamelan of Jegog in Sangkaragung Village
Abstrak
Bahasa dan budaya merupakan dua aspek kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan, karena bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai media untuk melestarikan pemahaman budaya. Gamelan Jegog merupakan gamelan tradisional yang terbuat dari bambu yang berasal dari Bali Barat, dan Desa Sangkaragung di Kabupaten Jembrana dikenal sebagai pusat pelestarian gamelan Jegog. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi leksikon yang terdapat dalam gamelan tradisional Jegog di Desa Sangkaragung dan (2) menganalisis makna budaya yang terkandung dalam leksikon-leksikon tersebut. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan di Desa Sangkaragung melalui observasi dan wawancara mendalam dengan empat informan terpilih. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi, pedoman wawancara, lembar wawancara, dan smartphone. Melalui pengumpumpulan data, ditemukan tiga puluh lima (35) leksikon dalam gamelan tradisional Jegog di Desa Sangkaragung yang dapat diklasifikasikan ke dalam enam kategori, yaitu nama instrumen, teknik permainan Jegog, kualitas bunyi dan konsep penyetelan suara, urutan permainan Jegog, jenis-jenis tabuh, dan ritual yang dilaksanakan sebelum pertunjukan Jegog. Setiap leksikon yang diidentifikasi mengandung makna budaya yang mencerminkan keharmonisan, tradisi, dan kepercayaan masyarakat Sangkaragung. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian leksikon dalam gamelan Jegog sebagai upaya menjaga identitas lokal dan mempertahankan keberlanjutan budaya di era globalisasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian linguistik, khususnya dalam pembelajaran lintas budaya serta sebagai upaya pelestarian bahasa dan budaya Bali.
Keywords
etnolinguistik; leksikon; makna budaya; gamelan jegogReferensi
- Adnyani, N. L. P. S., Wisudariani, N. M. R., & Swandana, I. W. (2022). Lexical development in an Indonesian-Balinese bilingual child. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 12(2), 476–488. https://doi.org/10.17509/ijal.v12i2.51089
- Afandi, I., & Juanda. (2024). Toponimi Nama Jalan di Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (Studi Etnolinguistik). GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(1). https://doi.org/10.19105/ghancaran.v6i1.13006
- Artayani, A. L. S., & Putri, L. A. A. R. (2021). Optimization of K Parameters on KNN in Gamelan Jegog Title Classification Using Time Domain Features. Jurnal Elektronik Ilmu Komputer Udayan, 10.
- Aspers, P., & Corte, U. (2021). What is Qualitative in Research. In Qualitative Sociology (Vol. 44, Number 4, pp. 599–608). Springer. https://doi.org/10.1007/s11133-021-09497-w
- Baehaqie, I. (2017). Etnolinguistik: Telaah Teoritis dan Praktis. Cakrawala Media.
- Bloomfield, L. (1933). Language. Holt, Rinehart and Winston.
- Budasi, I. G., & Ana, I. K. T. A. (2025). The Balinese Alpha Generation’s Understanding of Traditional Balinese Game Lexicons: Urban vs Rural Areas. Journal of Language Teaching and Research, 16(3), 791–802. https://doi.org/10.17507/jltr.1603.09
- Budasi, I. G., Satyawati, M. S., & Anggayana, W. A. (2021). The status of lexicon used in tabuh rah ritual in menyali village north bali: An ethnolinguistic study. Kasetsart Journal of Social Sciences, 42(4), 960–967. https://doi.org/10.34044/j.kjss.2021.42.4.33
- Budasi, I. G., Satyawati, M. S., & Anggayana, W. A. (2023). Male versus Female Understanding of the Endangered Lexicon of Tabuh Rah Ritual.
- Collins, J. T. (2022). Language Death In Indonesia: A Sociocultural Pandemic. (2), 141–164.
- Crystal, D. (2002). Language Death. Cambridge University Press.
- Devi, N. M. M. R., Ramendra, D. P., & Saputra, I. N. P. H. (2023). Cultural Contents of The Bright an English Textbook For Junior High School. International Journal of Language and Literature, 7(4), 216–232. https://doi.org/10.23887/ijll.v7i4.82352
- Fries, C. C. (1954). Meaning and Linguistic Analysis. Source: Language, 30(1), 57–68. http://www.jstor.orgURL:http://www.jstor.org/stable/410220
- Habtoor, H. A. (2012). Language Maintenance and Language Shift Among Second Generation Tigrinya-speaking Eritrean Immigrants in Saudi Arabia. Theory and Practice in Language Studies, 2(5), 945–955. https://doi.org/10.4304/tpls.2.5.945-955
- Jackson, H., & Amvela, E. Z. (2000). Words, Meaning, and Vocabulary: An Introduction to Modern English Lexicology. Continuum.
- Lantaya, L. J., Bonifacio, R., Jabagat, G., Ilongo, L. J., Caryl, E., Lucday, G., & Maluenda, R. (2021). Beyond Extinction: Preservation And Maintenance Of Endangered Indigenous Languages In The Philippines. INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENTIFIC & TECHNOLOGY RESEARCH, 10. www.ijstr.org
- Miles, M. B., & Huberman, M. (1994). Qualitative Data Analysis (Second). Sage Publications.
- Oktarina, K. D. C., Budasi, I. G., & Ramendra, D. P. (2024). The Role of Language in Shaping Teachers’ Identity on Tiktok. ESTEEM: Journal of English Study Programme.
- Puspani, I. A. M., & Indrawati, N. L. K. M. (2023). Balinese Lexicons on Gamelan Musical Orchestra. International Journal of Current Science Research and Review, 06(12). https://doi.org/10.47191/ijcsrr/V6-i12-01
- Putra, P. A. P. D. P., Budasi, I. G., & Ramendra, D. P. (2023). Lexicons of Costumes in the Rangda Dance. JALL (Journal of Applied Linguistics and Literacy, 7(1). https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/jall/index
- Sacani, K. C. A., & Ramendra, D. P. (2022). Lexicons in Cendrawasih Dance at Buleleng. Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha, 10(3), 305–314. https://doi.org/10.23887/jpbi.v10i3.5
- Sapir, E. (1921). Language: An Introduction to the Study of Speech. Harcout, Brace & World.
- Segara, I. B. M. A., Satyawati, M. S., & Suryati, N. M. (2024). Identifying Old Javanese Eco-lexicon in Ocean Themed Kakawin. International Journal of Current Science Research and Review, 07(02). https://doi.org/10.47191/ijcsrr/V7-i2-55
- Suri, P. D. D., Budasi, I. G., & Dambayana, P. E. (2022). Lexicons of Song Used in Palawakya Dance. Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha, 10(2), 113–118. https://doi.org/10.23887/jpbi.v10i2.57105
- Wijayanti, K. A. N., Budasi, I. G., & Dambayana, P. E. (2023). Lexicons in Baris Demang Demung Dance Costumes at Banjar Tegal Village. International Journal of Language and Literature, 6(2), 87–99. https://doi.org/10.23887/ijll.v6i2.57365